Selasa, 05 Juni 2012

DETERMINASI


Nothing in the world is difficult for person who has determination.

Di dunia ini, tak ada masalah yang sulit bagi orang yang punya kemauan.

Memiliki keinginan saja tidak cukup. Harus ada usaha, tekad yang kuat, dan kemauan yang keras untuk mewujudkannya. Tak perlu merasa tak mampu selama belum mencobanya. Kebanyakan cita-cita yang tak tercapai karena merasa tak mampu atau tak yakin saat langkah pertama diayunkan.

Kendati demikian, saat gagal pun belum berarti kita harus menyerah. Kita bisa menggunakan kegagalan ini sebagai alat introspeksi untuk kemudian berikhtiar lebih keras lagi. Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan yang ingin dicapai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan. Karena dalam kenyataannya, tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan. Kegagalan adalah bagian dari proses kesuksesan. Setuju kan?


JANGAN HIDUP DI MASA LALU


Sukses kemarin tak berarti sukses hari ini. Butuh perjuangan dan kesadaran, bahwa zaman terus berubah. Sehingga, kewaspadaan ekstra di hari inilah yang akan membuat usaha maju selamanya.

Sayangnya, ada beberapa orang/pihak yang kadang tidak menyadari hal ini. Perubahan dianggap sebagai sebuah hal yang biasa. Sehingga, kewaspadaan pun jadi hal bukan menjadi perhatian utama.

Karena itu, tak jarang kita menemukan berbagai produk yang di masa lalu sangat berjaya, kini seolah hanya tinggal nama. Sebut saja merek Odol, yang kini hanya jadi sebutan untuk pasta gigi. Padahal, pada zaman dulu, merek itu sangat ternama. Ingat juga merek sepeda Federal? Model sepeda gunung yang sempat berjaya di era 80-90-an. Namun, kini, model dengan nama itu seolah menghilang entah ke mana.

Inilah pelajaran bisnis yang sebenarnya bisa kita jadikan contoh. Yakni bahwa tak selamanya yang ada di atas selalu menjadi yang pertama. Jika tak waspada, siap-siap saja tergusur dengan merek lain yang sudah siap dengan "senjata" dan keunggulan baru untuk memuaskan pelanggannya.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah ajaran prinsip bisnis Fu Shui Nan Shou yang arti harfiahnya adalah jangan hidup di masa lalu. Prinsip ini mengajarkan saya bahwa kesuksesan dan kegemilangan-termasuk juga kegagalan dan kejatuhan-di masa lalu "hanyalah" bagian dari masa lalu. Memang, pasti ada banyak pelajaran penting di sana, yang tentu juga bisa dijadikan kajian dan pembelajaran untuk meraih sukses hari ini. Namun, jangan sampai, kita terjebak pada "kehidupan lampau". Yakni, ketika sukses kita jadi terlena, atau ketika gagal kita langsung terus terpuruk.

Ibarat kita sedang menatap kaca spion mobil yang bisa melihat refleksi ke belakang, itu hanya untuk membuat kita berhati-hati. Tapi, yang utama tetap adalah kaca besar yang ada di depan kita, di mana kita sedang berjalan, di mana kita sedang mengendalikan kendaraan. Begitu pula ketika kita sedang mengendalikan usaha. Masa lalu adalah "spion kecil" yang bisa kita jadikan acuan pembelajaran untuk lebih bijak dan berhati-hati. Namun, fokus kita yang utama adalah kaca besar di depan sehingga kita bisa benar-benar memaksimalkan energi yang kita punya untuk meraih sukses saat ini.

Lihat contoh yang paling mencolok beberapa waktu belakangan. Masih ingat nama kamera Kodak? Merek ini bahkan juga telah mencapai era sangat kuat sehingga semua kamera pada zaman dulu disebut sebagai "kodak". Namun perusahaan legendaris dari Amerika Serikat itu akhirnya menyerah kalah dengan menyatakan bahwa divisi kameranya sudah bangkrut! Meski sejumlah inovasi terus dilakukan, termasuk juga menyediakan kamera-kamera digital berteknologi tinggi, Kodak seolah tak bisa mengikuti perkembangan yang berjalan sangat cepat. Kehadiran kamera Canon dan Nikon yang terus berkejaran memunculkan kamera teknologi terkini, plus beberapa mobile phone yang juga dilengkapi kamera canggih, ternyata tak mampu ditandingi Kodak.

Akhirnya, pada 19 Januari 2012, mereka mendaftarkan perlindungan kebangkrutan di Pengadilan Kebangkrutan Manhattan Amerika Serikat. Sungguh ironis. Ini tentu sebuah peristiwa yang tak bisa dianggap sebelah mata, mengingat Kodak telah jadi ikon dunia.

Itulah gambaran, betapa pengalaman masa lalu sama sekali tak bisa menentukan sejarah masa depan. Justru apa yang dilakukan hari inilah, strategi hari inilah, yang sebenarnya akan jadi peletak dasar bagaimana sebuah usaha bisa berkembang. Jika aktivitas tidak dilandasi dengan kewaspadaan dan terjebak di masa lalu, bisa jadi semua merek unggulan saat ini, akan bertumbangan di masa mendatang.

Karena itu, sangat tepat kiranya jika kita kembali pada prinsip "jangan hidup di masa lalu". Apa pun sukses (termasuk gagal) yang dialami kemarin, jadikan itu hanya bagian dari proses pembelajaran. Maksimalkan hari ini, karena esok pun sebenarnya masih belum pasti. Hidup di hari ini, dan terus kembangkan potensi. Maka, pintu sukses bisnis yang dijalankan akan selalu terbuka.

Sumber : Andrie Wongso

SEIKAT BUNGA UNTUK YANG TERKASIH


Suatu pagi, seorang suami memarahi istrinya. "Aduh Bu, telat nih. Kenapa tidak membangunkan Bapak dari tadi? Rapat hari ini sangat penting, tidak sempat sarapan nih," omel si suami sambil tergesa-gesa berangkat mengendarai mobil menuju kantor, tanpa menghiraukan istrinya lagi.

 Di tengah jalan, karena lapar, pria itu memutuskan membeli roti dan secangkir kopi untuk 'mengganjal' perutnya. Saat berada di luar toko, dia melihat seorang gadis kecil memilih beberapa tangkai bunga di toko bunga sebelah. Ia menguping sejenak pembicaraan anak itu.

"Berapa harga bunga ini, Pak?" tanya anak itu pada si penjual bunga.

"Tiga puluh ribu," jawab pemilik toko. Si anak kemudian meletakkan bunga tadi dan memilih yang lain seraya bertanya, "Kalau yang ini, berapa harganya Pak?"

"Yang itu lima puluh ribu, Nak," jawab pemilik toko dengan sabar.

Kemudian si anak meletakkan lagi bunga-bunga itu ke tempatnya. Dengan sedih dia bertanya perlahan, "Apakah ada bunga yang harganya lima ribu Pak?".

Karena merasa kasihan, sambil membawa roti dan kopinya, pria tadi menghampiri gadis kecil itu dan bertanya, "Nak, kamu membeli bunga untuk siapa?"

"Untuk mama saya. Om. Hari ini, mama ulang tahun."

Pria itu terpana. Tiba-tiba dia teringat bahwa pada hari ini istrinya juga sedang berulang tahun. Karena tergesa-gesa, dia belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepada istrinya. Lantas, ia pun memutuskan untuk membeli bunga untuk istrinya.

"Pak, saya beli bunga ini. Dua ikat ya. Satu untuk anak ini, satu lagi tolong antar ke alamat ini," kata si pria kepada pemilik toko sambil membayar, menulis nama istrinya dan memberikan kartu namanya.

"Nak, bunga ini Om belikan untukmu sebagai tanda terima kasih karena telah mengingatkan hari ulang tahun istri Om di rumah."

Anak itu dengan gembira menerima bunga sambil mengucapkan terima kasih dan segera pergi.

Setelah beberapa meter menjalankan mobil, pria itu melihat si gadis kecil berjalan searah dengan tujuannya.

"Hai, mau ikut Om sekalian?"

Sambil tersenyum, anak itu menggangguk dan masuk ke mobil. Sampai di tepi jalan yang sepi, si gadis minta turun dan berjalan memasuki sebuah lorong jalan.

Karena penasaran, pria itu mengikutinya diam-diam. Betapa kaget dirinya ketika melihat si gadis kecil rupanya meletakkan bunga di sebuah gundukan tanah merah yang masih basah.

"Nak, ini kuburan siapa?"tanyanya sambil berjongkok di sebelah si gadis.

"Ini kuburan mama saya, Om. Hari ini hari ulang tahun mama, sayangnya tiga hari yang lalu mama meninggal dunia."

Jawaban itu membuat si pria terharu dan membuatnya merasa sangat bersyukur. "Terima kasih Tuhan, orang yang kusayangi masih hidup dan masih ada kesempatan bagiku untuk memperbaiki kesalahan tadi pagi."

Tak lama, ia bergegas pergi dari sana dan kembali ke toko bunga tadi. Ia ingin membawa dan memberikan sendiri bunga yang telah dipesan kepada istrinya.

Pembaca yang Luar Biasa!

Pada zaman yang semakin maju seperti sekarang ini, perhatian dan kasih sayang sering kali terkalahkan oleh alasan kesibukan, tidak ada waktu, belum ada kesempatan, serta berjuta alasan lain yang kadang sering dibuat-buat.

Dengan alasan kesibukan atau bahkan mengejar karir, tanpa sadar kita sudah mengesampingkan sisi humanis kita. Hal inilah yang kadang membuat kita merasa sudah cukup berbuat sesuatu kepada seseorang dengan hanya mengirim pesan singkat melalui SMS, menelepon, atau mengirim e-mail. Memang, perhatian dengan cara seperti itu tidak salah. Namun, akan jauh lebih bermakna jika hari-hari kita dihiasi dengan komunikasi yang intens dengan sekeliling kita. Dengan mencurahkan perhatian kepada keluarga, saling menyapa dengan tetangga, saling mendukung dengan kerabat di kantor, akan membuat hidup ini terasa lebih berarti.

Mari, selagi masih ada kesempatan, berikan perhatian dan cinta kasih kepada sekeliling kita. Dengan memberikan harapan, perhatian, kasih sayang dari dan untuk orang lain, dengan hadirnya orang-orang di sekitar kita dan yang kita cintai, hidup akan terasa lebih ‘hidup'. Setuju kan?
Sumber : Andrie Wongso

Kebiasaan Keras pada Diri Sendiri

Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada kita. Sebaliknya, jika kita keras pada diri sendiri, maka dunia akan lunak kepada kita.

Karena itu, terus perkuat kebiasaan keras kepada diri sendiri. Disiplin, rajin, bekerja keras, ulet, berani, tegas, pantang menyerah, serta berbagai sikap "kaya mental" harus terus kita tanamkan. Hanya dengan sikap tersebut, kita akan jadi manusia yang lugas dalam meladeni hadangan, luwes dalam melewati tantangan, lincah dalam mengatasi persoalan, kuat dalam menghadapi goncangan, dan tegar menghadapi badai ujian.

Keras pada diri sendiri akan membuat kita mampu jadi manusia unggulan dalam berbagai kesempatan. Keras pada diri sendiri akan mengantarkan kita jadi pemenang kehidupan.

Mari teman-teman.. Maju terus, pertegas langkah, perkuat tekad, maka kerasnya batu-batu penghalang akan dapat kita taklukkan!
Sumber : Andrie Wongso

BATU YANG KUSAM


Alkisah, suatu hari seorang gadis menemukan sebongkah batu kusam di pinggir jalan. Meski hanya batu biasa, si gadis memungutnya dan menyimpannya baik-baik. Bahkan, setiap hari ia menggosok batu itu dengan hati-hati. Batu yang bukan permata itu dan karena terus digosok dan digosok, lama-kelamaan berubah menjadi mengkilat dan bersinar.

Si gadis pun membawa batu itu ke tukang permata untuk diolah menjadi sebuah liontin yang indah. Ajaibnya, di tangan ahlinya batu biasa itu berubah hingga menyerupai batu permata. Begitu berkilau dan sangat indah. Si gadis sungguh gembira melihat batu biasanya bisa berubah begitu rupa. Ia pun memamerkannya pada siapa pun yang dijumpainya. Sudah diduga, semua orang yang melihat mengira batu itu adalah permata yang mahal harganya. Si gadis semakin percaya diri dan selalu memakai liontinnya ke mana pun ia pergi.

Hingga suatu hari liontin batu itu terlepas dari ikatannya. Si gadis baru menyadari lama setelah itu, jadi dia sungguh tak tahu liontinnya hilang di mana. Hal ini membuatnya sangat sedih. Dia pun jadi kehilangan selera makan dan tidak bersemangat. Sampai suatu hari ada seorang kakek yang melihatnya sedang termenung. Bertanyalah si kakek tentang kesedihannya. Si gadis pun menceritakan semuanya.

 Setelah si gadis selesai bercerita, berkatalah si kakek, "Anakku, sadarilah semua hal yang telah kamu lalui itu adalah proses menuju keberhasilanmu. Dulu kamu menemukan batu kusam di jalanan. Lalu, kamu mengambil dan menjaganya baik-baik. Selalu menggosoknya hingga akhirnya menjadi mengkilat. Dan di tangan tukang permata, batu itu menjadi lebih indah lagi, mirip permata. Ketahuilah, semua itu hanyalah proses. Dulu kamu tekun menjalani setiap tahapan mengubah batu kusam menjadi sebuah benda yang terlihat berharga. Batu itu sebenarnya hanyalah batu. Keuletanmu menjaganya itulah yang membuatnya lebih bernilai.

Lalu, mengapa kamu jadi bersedih hanya karena kehilangan batu itu? Lihat di sekitarmu, masih banyak batu-batu kusam yang dapat kau jadikan batu yang berkilat indah. Ciptakan lebih banyak karya indah yang akan menceriakan hari-harimu dan membuat wajahmu berseri-seri. Itu jauh lebih penting daripada meratapi seonggok batu kusam yang hilang."

Seketika si gadis diliputi kecerahan dan keceriaan. Dia sudah menyadari kebodohannya. Si gadis pun dengan gembira siap berusaha dan memproses lagi batu kusam menjadi permata.

Sahabat yang berbahagia,

Kesuksesan sejati itu selalu diraih melalui proses perjuangan yang panjang dan berliku. Saat kesuksesan sudah di tangan kita, bisa saja kita mengalami kemunduran, kegagalan, dan kebangkrutan. Tidak usah takut, hidup ini selalu berubah. Jika kita gagal, kita frustrasi; dan saat kita sukses, kita lupa diri. Inilah baru bencana yang sebenarnya. Selama kita bersedia berjuang dari awal lagi dan tekun menjalani langkah demi langkahnya, keberhasilan demi keberhasilan akan kembali pada kita. Dan kebahagiaan akan kembali kita rasakan.

Sumber : Andrie Wongso